
Surabaya — Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Luhur Istighfar, S.H., M.Hum., bersama Asisten Pemulihan Aset Irwan Datuiding, S.H., M.H., dan jajaran bidang pemulihan aset mengikuti video conference penyerahan hasil lelang BPA Fair 2026 dan hasil pemulihan aset lainnya, Senin (15/6/2026).
Dalam momentum tersebut, Jaksa Agung RI ST Burhanuddin secara resmi menyerahkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan nilai mencapai Rp1.029.874.376.628 atau sekitar Rp1,029 triliun. Penyerahan itu turut disaksikan Ketua LPSK, BPI Danantara, Wakil Ketua Komjak RI, para Jaksa Agung Muda dan Kepala Badan, Direktur Lelang DJKN, serta perwakilan Bank Himbara.
Jumlah tersebut bersumber dari hasil lelang BPA Fair 2026 sebesar Rp997.315.904.080. Dari nilai tersebut, sebesar Rp19.124.065.000 merupakan uang hasil lelang yang akan dikembalikan kepada korban kejahatan, sehingga PNBP yang disetorkan kepada negara dari hasil lelang BPA Fair tercatat sebesar Rp978.191.839.080. Nilai tersebut kemudian bertambah dengan hasil penelusuran aset atas nama terpidana Eddy Tansil berupa uang tunai senilai Rp51.682.537.548.
Pada kesempatan yang sama, BPA juga melaporkan keberhasilannya dalam melacak aset milik terpidana tersebut berupa tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp30.998.000.000 sebagai bagian dari upaya optimalisasi pemulihan aset negara.
Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja panjang jajaran BPA dan menjawab sejumlah pertanyaan masyarakat. Menurutnya, penegakan hukum tidak hanya berhenti pada penghukuman pelaku, tetapi juga harus memastikan pemulihan aset berjalan tuntas demi kepentingan negara dan publik.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan apresiasi dan dukungan atas sinergi yang dibangun BPA Kejaksaan Agung bersama seluruh mitra strategis dalam menjaga serta menyelamatkan keuangan negara. Ia menegaskan, pemulihan aset merupakan bukti bahwa uang negara dapat kembali, penerimaan tetap terjaga, hak korban dipulihkan, dan kepercayaan publik semakin kuat.


