
Surabaya — Kejaksaan Tinggi Jawa Timur bersama PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT Group) beserta anak perusahaannya yang berada di wilayah Jawa Timur resmi menjalin kerja sama di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Kamis (1/10/2026).
Jalinan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan yang dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Dr. Abdul Qohar AF, S.H., M.H., bersama Plt. Direktur Utama PT Jasamarga Transjawa Tol Adi Prasetyo dan para Direktur Utama anak perusahaan JTT Group yang berada di Jawa Timur.
Adapun anak perusahaan JTT Group, yakni PT Jasamarga Surabaya Mojokerto, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi, PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri, PT Jasamarga Gempol Pasuruan, PT Jasamarga Pandaan Tol, dan PT Jasamarga Pandaan Malang.
Prosesi penandatanganan turut disaksikan Wakil Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Andri Tanudjaja, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Jatim Kristanti Yuni Purnawanti, S.H., M.H., beserta jajaran asisten dan Kabag TU, serta para Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejati Jatim.
Sebagai badan usaha yang bergerak dalam pengusahaan dan pengoperasian jalan tol di ruas Trans Jawa, JTT Group memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas antarwilayah di Jawa Timur. Menurut Kajati Jatim, semakin luas dan strategisnya jaringan jalan tol membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk aspek kepastian dan mitigasi risiko hukum.
“Kami di jajaran Datun siap untuk mendukung serta bersinergi dengan JTT Group dalam penanganan dan penyelesaian permasalahan hukum perdata dan tata usaha negara, maupun dalam upaya mitigasi risiko hukum yang timbul dalam pembangunan, pengusahaan, dan pengoperasian jalan tol,” ujar Kajati.
Melalui kerja sama tersebut, Kejati Jatim memberikan dukungan berupa bantuan hukum, pertimbangan hukum melalui legal opinion, legal assistance, dan legal audit, serta tindakan hukum lainnya, baik melalui jalur litigasi maupun nonlitigasi. Dukungan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan peran strategis Jasa Marga dalam mendukung konektivitas antarwilayah, mobilitas masyarakat, kelancaran logistik, serta pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.


