Kejaksaan Tinggi Jawa Timur
Artikel Berita

Penegakan Hukum Yang Humanis

Penegakan hukum secara humanis selain berpegang pada kodrati manusia juga harus memandang lingkungan budaya yang meliputi masyarakat (kearifan lokal). Hal ini dikarenakan perilaku hukum masyarakat dipengaruhi oleh kebiasaan, adat, budaya yang telah membentuk kehidupannya, sehingga aparat penegak hukum dalam memproses suatu kasus atau perkara harus menggunakan hati nurani. Dengan hati nurani maka akan dapat menentukan nilai etika dan moral untuk menghindari penerapan pasal-pasal peraturan perundang-undangan secara kaku, yang akhirnya justru tidak memberikan keadilan yang semestinya. Selain itu, penegakan hukum secara humanis juga harus mendasarkan pada perkembangan kehidupan sosial masyarakat.

– Mia Amiati –
Kajati Jatim

Related posts

Kejaksaan Agung Memeriksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dalam Perkara TPPU

Kejati Jatim

Kejaksaaan Agung Lembaga Penegak Hukum Dipercaya Publik, Masyarakat Adalah Kunci Sekaligus Spirit Baru Penegakan Hukum

Kejati Jatim

Public Trust Kejaksaan Mencapai 81,2%, Tingkatkan Integritas Dalam Bekerja

Kejati Jatim